Gubernur Ridho Tambah Fasilitas RSUD Abdul Moeloek

Image
11 Februari 2018

Tenaga pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas mengisi formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Propinsi Lampung tahun 2018.

“Semula, BKD mengusulkan kuota sekitar 3000 formasi untuk penerimaan CPNS, namun dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, formasinya berubah menjadi sekitar 500. Penerimaan pegawai yang terbesar adalah sektor pendidikan untuk guru SMK, SLB, SMA. Sektor kedua penerimaan terbesar untuk tenaga kesehatan, utamanya untuk perawat dan bidan,” ungkap Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutannya pada peresmian sejumlah bangunan baru di RSDUAM, Kamis (8/2) pagi.

Gubernur mengatakan, semula kebijakan formasi penerimaan CPNS dari Pemerintah Pusat utamanya pada sektor pendidikan dan infrastruktur. Namun dengan beberapa pertimbangan Gubernur mengalihkan tenaga infrastruktur menjadi tenaga kesehatan.

“Saya tahu kita masih kekurangan tenaga kesehatan. Insyaallah ketika disetujui oleh kementerian bisa ada penambahan beberapa puluh perawat untuk menjadi PNS,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, penggunaan sejumlah gedung baru yang diresmikan pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Lampung. Ia berharap agar peningkatan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) juga diiringi dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat bisa ditingkatkan.

“Peningkatan sarana dan prasarana ini terus berlanjut, masih banyak perbaikan yang akan kita lakukan tapi Insyalloh akan terus kita kejar agar RSUDAM bisa menjadai RS terbaik. Rumah sakit harus dibangun sangat baik dan maksimal, karena pembangunan rumah sakit bersifat long lasting berfungsi untuk beberapa generasi, “ ungkap Gubernur.

Ridho berharap dengan peningkatan sarana dan prasarana ini target RSUDAM menjadi RS tipe A dapat segera terwujud, dia bahkan menargetkan RSUDAM menjadi rumah sakit tipe A bertaraf internasional.

“Kedepannya, saya juga berharap RSUDAM menjadi rumah sakit tipe A yang berkemampuan internasional pelayanan kesehatannya, karena ketika Lampung semakin terbuka dengan dunia internasional, disitu juga rumah sakit harus memiliki kemampuan untuk melayanani pasien internasional," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUDAM dr. Hery Djoko Subandriyo mengatakan pada tahun 2018 ini Gubernur Ridho juga telah mengagendakan beberapa pembangunan gedung yang sudah tidak layak pakai. Adapun gedung yang akan direnovasi diantaranya pengembangan pelayanan rawat inap kelas I dengan kapasitas 200 tempat tidur, gedung rehabilitasi medic, gedung perawatan kelas utama Mahan Munyai B dan Gedung Comersial Wisma sebagai rumah singgah rumah sakit

Ditandai dengan penandatangan prasasti Gubernur Ridho meresmikan 3 gedung baru RSUDAM yakni Gedung Rawat Jalan, Gedung Rawat Inap Anak Baru, dan Operasional Kamar Operasi Baru. Usai peresmian, Gubernur Lampung melakukan peninjauan di lantai 1 dan lantai 2 Gedung Instalasi Rawat Jalan. Diwaktu yang sama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Proviinsi Heri Suliyanto melakukan peletakan batu pertama gedung Rawat Inap Kelas I.(HD)

Bagikan