Gubernur Ridho Ingin Bank Lampung Naik Kelas Menjadi BUKU II

Image
11 Oktober 2017

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo ingin PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) naik kelas dari bank umum kelompok usaha (BUKU) I menjadi BUKU II. Kenaikan kelas itu, menurut Ridho, dilakukan melalui penyuntikan modal pada badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Lampung itu.

Bank Lampung tergolong bank BUKU I dengan modal inti Rp563 miliar per Juni 2017. Bank Lampung butuh tambahan modal Rp437 miliar lagi agar bisa naik kelas ke kelompok BUKU II. Melalui APBD 2018, Pemprov Lampung berencana menyuntikkan dana segar Rp25 miliar.

Menurut Ridho, seluruh pemegang saham fokus meningkatkan kinerja Bank Lampung dengan memperkuat permodalan. "Ada dua pilihan penambahan modal Bank Lampung, lewat suntikan modal pemegang saham dan modal mitra strategis. Dengan demikian, tahun depan Bank Lampung masuk BUKU II dengan modal Rp1 triliun-Rp 5 triliun," kata Gubernur Ridho, Senin (9/10/2017).

Mitra stragis yang dimaksud Ridho adalah menggandeng bank BUMN dengan targek meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) dan budaya perusahaan. Ridho berharap masuknya bank BUMN bisa memberikan dana segar kepada Bank Lampung. Beberapa mitra yang dibidik yakni yakni BRI dan BNI.

Selain menambah modal, pemegang saham juga merombak dengan membidik sejumlah calon direksi dari bank BUMN. Menurut Ketua Nominasi dan Remunerasi (KRN) Bank Lampung, Lukman Hakim, pihaknya mengirim dua nama calon direktur utama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung untuk dipilih dan ditetapkan.

"Sejak awal rekrutmen calon, kami mencantumkan syarat berlatar belakang BUKU II. Ini memang strategi menaikkan status Bank Lampung ke BUKU II," kata Lukman Hakim, yang juga mantan Wali Kota Metro itu.

Direksi baru ini, kata Lukman, ditargetkan dapat mengubah budaya kerja Bank Lampung sehingga dapat sejajar dengan bank umum lainnya. Dia mengakui kinerja Bank Lampung, memang menurun. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2017, misalnya, penyaluran kredit hanya naik 1,25% atau Rp3,8 triliun dan Laba bersih turun 9,76% atau Rp74,41 miliar. 

Berita Terbaru

Post

Museum Lampung Meraih…

16 Oktober 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

13 Oktober 2017
Post

Ketua TP PKK…

12 Oktober 2017
Post

Pemprov Lampung Dorong…

12 Oktober 2017

Kurs Dolar