Gubernur Ridho Beri Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Image
30 Agustus 2018
Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Pada tahun 2018 sebanyak 65 orang mengikuti pelatihan vocasional di Balai Latihan Kerja (BLK) dan sebanyak 15 orang dikirim ke Balai Besar Vocasional di Cibinong dalam mengikuti pelatihan ketrampilan praktis.

Kategori yang disebut penyandang Disabilitas seperti, setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Demikian disampaikan  Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat acara pembukaan UPSK (28/08) di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu.

Sumarju mengatakan bahwa,penyandang disabilitas janganlah dikasihani namun berilah kesempatan dan peluang buat kemajuan" kata Sumarju Saeni.

Maka itu, kata dia penyandang disabilitas harus diberdayakan dengan upaya nyata untuk menguatkan keberadaan penyandang disabilitas dalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan potensi sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu atau kelompok penyandang disabilitas yang tangguh dan mandiri.

Menurutnya, masyarakat di Provinsi Lampung masih menganggap bahwa penyandang disabilitas merupakan aib bagi keluarga sehingga anggota keluarga yg mengalami difabel diasingkan dari pergaulan masyarakat pada umumnya. Dengan fakta tersebut Dinsos Lampung melaksanakan program/kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesawaran serta Kabupaten Way Kanan, ujar dia.

Dengan lahirnya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas maka kedudukan penyandang disabilitas sebagai subjek (diakui keberadaannya) yaitu manusia yang bermartabat yang memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya.

UPSK merupakan salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial yang berfungsi memberikan layanan konsultasi, pemeriksaan kesehatan, rujukan bagi penyandang disabilitas dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya.

Kegiatan UPSK ini sangatlah penting dilaksanakan karena untuk mengetahui kondisi dan data penyandang disabilitas secara akurat, tandas Sumarju Saeni.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Arif Nugroho mengatakan untuk membantu Tim UPSK dalam menjaring para disabilitas Dinas Sosial Pringsewu mengerahkan para TKSK, PSM dan juga Tim Reaksi Cepat (TRC).

Dengan demikian diharapkan dapat mensisir disabilitas yang masih produktif maupun yang tidak produktif bahkan  disabilitas berat (bed readen) singkat dia.

Sementara  Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Lampung Ratna Fitriani menambahkan bahwa Tim UPSK Provinsi Lampung juga menghadirkan para ahli dibidangnya yakni konsultan disabilitas, medis, psycholog, pekerja sosial dan instruktur ketrampilan.

UPSK di Kabupaten Pringsewu ini berlangsung dari tanggal 27 sd 31 Agustus 2018 dengan target capaiannya 100 orang dalam berbagai jenis dan tingkatannya.

Tidak hanya pelayanan konsultasi saja yang diberikan namun juga

alat bantu disabilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, kruk ketiak dan tongkat penuntun bagi disabilitas netra.

Akhir dari kegiatan ini akan dilaksanakan sarasehan sosial yang diikuti oleh aparat pemerintah daerah, para pengusaha, warga mampu dan para anggota tim UPSK.

Kerena kata dia, dengan sarasehan tersebut diharapkan pemerintah daerah dan pengusaha akan memberikan bantuan sosial alat bantu bagi yang belum mendapatkannya.

Disamping itu diketemukan juga para disabilitas yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan ketrampilan, maka Dinsos Lampung bersama Kabupaten akan merujuk kelembaga rehabilitasi sosial dan vokasional, pungkas dia.(HD)

Bagikan

Berita Terbaru

Post

Menkop dan UMKM…

17 September 2018
Post

Pemprov Buka Kuota…

14 September 2018
Post

Dinsos Lampung Ikuti…

14 September 2018
Post

Pj. Sekretaris Daerah…

14 September 2018

Kurs Dolar