Gubernur Resmikan Sistem Billing Penebusan Pupuk Subsidi

Image
16 Maret 2017

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo meresmikan penggunaan sistem billing untuk penebusan pupuk bersubsidi di Bank Lampung Cabang Metro, Selasa (14/3). Ujicoba sistem ini dilakukan pada 2016 di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Lampung Edi Yanto menyebutkan, pada tahun ini, sistem baru pupuk itu melibatkan 3.254 kelompok tani (poktan), 174 kios penyalur, dan 47 distributor di seluruh kabupaten kota di Lampung.

“Tahun ini, Lampung mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi berupa pupuk Urea 228.500 ton, SP-36 42.635 ton, NPK 129.500 ton, ZA 17.961 ton, dan organik 26.400 ton”, sebut Edi.

Menurut Edi Yanto, sistem baru dalam penebusan pupuk subsidi ini diminati petani karena harga pupuk sesuai HET (harga eceran tertinggi) dan kepastian ketersedian pupuk. Untuk distributor dan pengecer, mempermudah pencatatan dan tertib pelaporan.

“Jika kelompok tani kekurangan modal untuk penebusan pupuk bersubsidi, melalui pola ini akan diberikan pinjaman berupa skim kredit oleh PT Bank Lampung untuk penebusan pupuk bersubsidi”, katanya.

Sementara menurut gubernur, sistem baru ini merupakan upaya pemerintah mengatasi masalah pendistribusian pupuk bersubsidi. Diharapkan, pola ini menjaga HET pupuk dan memudahkan koordinasi produsen pupuk dengan pemerintah.

"Pola ini memberikan dampak positif terutama dalam hal pemenuhan pencapaian tujuan enam tepat, yaitu tepat waktu, jumlah, jenis, mutu, tempat, dan harga”, ujar gubernur.

Menurut Ridho, penebusan pupuk dengan sistem billing segera dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota menjelang musim tanan pada April – September 2017, secara bertahap  di setiap kabupaten/kota sampai di seluruh kecamatan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon koordinasi dan dukungan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota serta produsen pupuk bersubsidi, para distributor dan kios pengecer guna kelancaran pelaksanaan penebusan pupuk bersubsidi melalui sistem billing di Provinsi Lampung”, tambahnya.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bank Lampung Purwantari Budiman mengatakan kredit yang diberikan kepada petani untuk penebusan pupuk bersubsidi diharapkan membantu meningkatkan produktivitas tanaman. Setiap petani akan mendapakan kredit dari Bank Lampung yang akan dijamin asuransi kecelakaan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Bank Lampung menyampaikan apresiasi telah dipercaya menjadi bank pelaksana dalam pola baru pendistribusian pupuk bersubsidi. Ke depan diharapkan Provinsi Lampung menjadi basis ketahanan pangan dan destinasi argowisata.(HD)

Bagikan

Berita Terbaru

Post

Gubernur Ridho Kembali…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Penutupan Diklat PIM…

21 November 2017
Post

Deklarasi Insurance Day

21 November 2017

Kurs Dolar