Gubernur Lampung Minta Balawista Jaga Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

Image
28 Februari 2019

Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, berharap kehadiran Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) di Provinsi Lampung bisa menjadi barisan terdepan dalam merawat dan memelihara eksistensi suatu obyek wisata. Selain itu, kehadiran Balawista dapat berpartisipasi aktif dalam mencegah dan menyelamatkan korban akibat keceIakaan dan bencana di kawasan wisata.

"Kita patut bersyukur Kementerian Pariwisata terus berupaya memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang akan berlibur ke objek wisata pantai dengan mengadakan pelatihan Balawista dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha masyarakat," ujar Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Theresia Sormin saat penutupan pelatihan Balawista dan mengukuhkan Balawista Provinsi Lampung, di Home Stay Frida, Lampung Selatan, Selasa (26/2/2019).

Theresia mengatakan kepengurusan Balawista di Lampung, dapat mengoordinasikan masyarakat Balawista antar kabupaten/kota untuk senantiasa berkonsultasi dan bersinergi dalam upaya penyelamatan terhadap peristiwa kecelakaan atau bencana. Tidak hanya obyek wisata air, namun obyek wisata yang membutuhkan upaya pencegahan dan penyelamatan dari kemungkinan kecelakaan atau bencana.

"Pelatihan ini merupakan momentum yang sangat tepat dalam upaya memberikan wawasan dan keterampilan tentang pentingnya penanggulangan bencana dan keselamatan di kawasan wisata termasuk di dalamnya wisata air, sehingga dapat meminimalisir korban baik jiwa dan materil," kata Theresia.

Pembentukan Balawista di Lampung berlatarbelakang bencana tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 menghancurkan sejumlah obyek wisata. "Kecelakaan tentunya mempunyai ekses bagi destinasi. Seperti bencana tsunami Selat Sunda yang pada 22 Desember 2018, berpengaruh cukup signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Banten dan Lampung, khususnya di obyek wisata pantai," ujar Theresia.

Oleh karena itu, masyarakat yang terlibat di obyek wisata air menjadi penting memiliki wawasan dan kemampuan penanggulangan bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. "Dengan adanya Balawista di Lampung ini diharapkan mampu mencegah korban atau meminimilisir bencana," kata dia.

Theresia menyebutkan ada perbedaan antara Balawista dan Tim SAR. Balawista senantiasa melakukan upaya pencegahan terhadap kemungkinan jatuhnya korban akibat kecelakaan atau bencana. Sedangkan Tim SAR melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban akibat terjadinya kecelakaan atau bencana. "Balawista melakukan upaya prefentif (pencegahan), sementara Tim Sar melakukan upaya currentif atau rehabilitasi," ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat, Kementerian Pariwisata, Ambar Rukmi, mengatakan Lampung merupakan provinsi kedua setelah Banten dalam membentuk Balawista. "Kita tahu Lampung baru saja mengalami bencana, jadi saya bilang sama Ketua Umum Balawista saya itu ingin sekali membentuk ini ada cikal bakal yang kedua yakni di Provinsi Lampung. Selat sunda harus bangkit, bangkit untuk berbuat bukan hanya duduk. Untuk melakukan sesuatu yang baik untuk diri kita dan juga masyarakat utamanya sektor pariwisata," kata Ambar.

Sedangkan Ketua Umum Balawista, Ade Ervin, mengatakan Balawista adalah mitra kerja pemerintah dalam penanganan keselamatan di kawasan wisata. "Tugas dan fungsinya yakni memberikan bantuan penyelamatan bagi wisatawan, masyarakat dikawasan pariwisata yang pada sata terjadi musibah," ujar Ade.

Terkait pelatihan di Lampung, merupakan apresiasi Menteri Pariwisata dan bentuk kepedulian terhadap bencana Selat Sunda. "Dibutuhkan peningkatan SDM pariwisata melalui pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat yang tujuannya agar masyarakat memberikan bantuan penyelamatan ketika terjadi permasalah terhadap wisatawan. Dengan demikian, kami harapkan masyarakat yang dilatih bisa melaksanakan tugas dan fungsinya tanpa harus mengandalkan pemerintah," kata dia.

Ade menuturkan peserta pelatihan diikuti 50 peserta dari Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Bandar Lampung. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari yakni dari 22-26 Februari 2019. Pada pengukuhan Balawista Provinsi Lampung, Arief Nugroho yang merupakan Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dikukuhkan sebagai Ketua Balawista Provinsi Lampung. "Mereka mendapatkan ilmu penyelamata dan mendapat sertifikasi berstandar nasional. Dari total 50 peserta ada 37 yang mendapatkan sertifikat tingkat dasar dan lanjutan," ujar dia.

Balawista sendiri akan hadir di beberapa provinsi di Indonesia dan Provinsi Banten menjadi Pusat Balawista Nasional. "Teman-teman Balawista Banten mewakili pemerintah pusat untuk mendidik dan melatih Balawista dan membentuk Balawista di seluruh Provinsi di Indonesia terutama di 10 Provinsi unggulan destinasi pariwisata salah satunya Lampung," kata Ade. 

Bagikan