Disdag Lampung Ajak UMKM Manfaatkan Sistem Pemasaran Online

Image
14 September 2018
Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung, menggelar kegiatan fasilitasi sistem perdagangan online dan  meminta para pelaku usaha dan UMKM di Provinsi Lampung dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai metode sistem pemasaran yang lebih baik.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Ir.Ferynia saat mengahdiri pemaparan kegiatan pola pemasaran online, Kamis (6/9).

Ferynia juga meminta UMKM untuk lebih kreatif dalam menciptakan produknya. 

“Selama ini, proses pemasaran kita hanya menjual bahan mentah, sehingga hasil alam Lampung seperti Kopi Rubusta lebih terkenal di luar negeri dibanding Lampung,” kata Ferynia.

Ferynia juga mengharapkan, produk-produk yang dihasilkan UMKM lebih mengangkat keorisinilan tanah Lampung, sehingga hasil rempah pertanian di Lampung terangkat dan menjadi lebih baik dimata Nasional dan Internasional, tambah dia.

“Lampung ini kaya akan bahan pokok, karena itu, saya minta agar para pelaku UMKM lebih kreatif dan inovatif, sehingga produk yang dihasilkan juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” harap dia.

Ferynia menambahkan bahwa, saat ini ada  sebanyak 75 peserta yang mengikuti pelatihan fasilitasi pemasaran online ini terdiri dari berbagai UMKM di Provinsi Lampung, yang juga menunjukkan produknya dalam pelatihan kali ini, banyak memiliki peran strategis sebagai pelaku usaha, tandas dia.

Sementara,  Direktorat Penggunaan dan Pamasaran Produk Dalam Negeri, Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung dalam gelar pelatihan Fasilitasi Pemasaran Online, di Hotel Novotel, Kamis (6/9) mengajak memperbaiki sistem pemasaran melalui online agar memiliki nilai jual yang lebih baik.

Staf Ahli Menteri Bidang Iklim dan Hubungan Kelembagaan, Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto mengatakan, salah satu tugas pokok dan fungsi Kementerian Perdagangan dari presiden, yaitu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan penggunaan produk dalam negeri.

Pelatihan fasilitasi pemasaran online merupakan bagian dari tugas tersebut.

Hal tersebut, sesuai dengan perkembangan zaman, kata dia.

Menurutnya, masyarakat saat ini harus bisa menerima bahwa pasar online sudah begitu mewabah, begitu juga dengan penjual produk, sudah seharusnya mengerti bagaimana cara memasarkan produknya secara online.

“Pemasaran secara online itu tidak hanya sekedar mengiklankan produknya, akan tetapu ada norma-norma yang harus diikuti, sehingga konsumen nantinya tidak kecewa terhadap produk yang ditawarkan,” jelas Suhanto.

Bukan hanya sekedar pelatihan, tambah Suhanto, kegiatan fasilitasi pemasaran online ini menargetkan pengaplikasian dari pelaku UMKM.

“Kita akan ada tim monitoring yang akan mengevaluasi, mana UMKM yang sudah aktif secara online, mana yang belum, apa kendalanya. Kita dibantu oleh dinas terkait dalam hal kegiatan ini, tandas dia.(HD)

Bagikan