Dinsos Laksanakan Sakti Peksos Goes To School, Sikapi Masalah Anak dengan Hukum

Image
30 Oktober 2018
Berbagai Fenomena permasalahan sosial anak semakin yang semakin meningkat. Salah satunya anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang berkonflik dengan hukum. Dinas Sosial Provinsi Lampung menyikapi dengan melakukan Sakti Peksos Goes to School.

Dinsos Provinsi Lampung mensikapi fenomena tersebut dengan melaksanakan kegiatan Sakti Peksos Goes to School yang dimulai sejak tanggal 22 hingga 31 Oktober 2018, di 22 SLTP/sederajat dan SLTA/sederajat di Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, kata Sumarju Saeni, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Jum`at (26/10).

Sumarju mengatakan, berdasarkan laporan Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) pada bulan Januari hingga Agustus 2018 telah melakukan pendampingan terhadap 277 anak yang bermasalah hukum. Dengan berbagai jenis kasus seperti pencabulan sebanyak 95 kasus (34%) pencurian sebanyak 72 (26%) dan perkosaan sebanyak 51 kasus (18%). Sedang lainnya seperti penganiayaan, perjudian, penelantaran 59 (22%) dan kasua lainnya, kata Sumarju Saeni.

Sedangkan berdasarkan status hukumnya antara lain anak sebagai korban sebanyak 151 (55%), anak sebagai pelaku 41 (15%), anak sebagai saksi sebanyak 63 (23%) dan anak yang berhadapan dengan hukum lainnya sebanyak 22 (8%), terang dia.

Menurut Sumarju, berdasarkan jenis kelamin hasil respon kasus terungkap sebanyak 117 (42%) anak laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 160 (58%). Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan terungkap sebanyak 98 anak (35%) SLTA, 75 anak (27%) SLTP dan 42  anak (15%) SD, 21 anak (8%) belum sekolah serta PAUD/TK sebanyak 14 anak (5%). Sedang sisanya 27 anak (10%) yang belum pernah sekolah.

Mensikapi fenomena tersebut maka Dinas Sosial Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Sakti Peksos Goes to School yang dimulai tanggal 22 hingga 31 Oktober 2018, di 22 SLTP/sederajat dan SLTA/sederajat di Kabupaten/Kota  se Provinsi Lampung, tandas dia.

Menurut Supervisor Sakti Peksos Provinsi Lampung, M.Khayuridlo mengatakan kegiatan Sakti Peksos Goes to School terutama ditujukan bagi anak Siswa SLTP dan SLTA yang termasuk dalam perkembangan usia anak remaja. Pada fase ini anak sedang mencari identitas dan mengeksplorasi sesuatu yang baru.

Tingginya rasa keingintahuan mendorong mereka untuk mencari sumber informasi dari berbagai media termasuk media elektronik seperti internet/media sosial, handphone, televisi) yang belum tentu tepat bagi mereka.

Saat ini banyak anak yang addict dengan internet/media sosial. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu ada Komunikasi, Edukasi, Informasi dan pendampingan agar anak terhindar dari perilaku yang menyimpang seperti, pornografi, penyimpangan perilaku seksual (LGBT), sex bebas, pengaruh paham radikalisme dan dampak negatif lainnya dari berbagai media, singkat dia.(HD)

Bagikan