Bandar Lampung Alami Inflasi 0,70 Persen

Image
04 Januari 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat bahwa pada Desember 2016 Kota Bandarlampung mengalani inflasi sebesar 0,70 persen.

"Dibandingkan bulan November 2016, inflasi tercatat lebih tinggi yakni meningkat 0,27 persen," kata Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan ada lima kelompok yang memberikan andil inflasi tertinggi dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0, 43 persen, disusul bahan makanan 0,13 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,10 persen.

Selanjutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen dan terakhir kelompok sandang 0,01 persen.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya, sewa rumah, telur, ayam ras, batu bata, tarif pulsa ponsel, jeruk, cumi-cumi, kontrakan rumah, upah pembantu rumah tangga, cabai rawit dan daging ayam ras.

Yeane menjelaskan, berdasarkan perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) Bandarlampung, adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,65 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,70 persen, kelompok bahan makanan naik 0,51 persen, kelompok sandang naik 0,24 persen, kelompok makanan jadi dan rokok naik 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,01 persen.

Tercatat inflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke-23 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 78 kota dari 82 kota mengalami inflasi, sedangkan 4 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen, sedangkan inflasi terendah di Padang Sidempuan dan Tembilahan sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi dialami Manado sebesar 1,52 persen, sedangkan terendah di Tegal 0,09 persen.

"Tercatat, Kota Bandarlampung pada Desember 2016 berdasarkan perhitungan inflasi tahun kalender (Point to Point) sebesar 2,75 persen dan inflasi year on year (yoy) sebesar 2,75 persen," tambah Yeane.(*)

Berita Terbaru

Kurs Dolar