Atasi Stunting, Pemprov Lampung Kembangkan Kawasan Mandiri Pangan

Image
10 Juli 2018
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung  melaksanakan Monev kegiatan Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di Desa Kemukus Kecamatan Ketapang dalam upaya mengatasi Stunting.

Adanya bantuan Pemerintah yg dikucurkan sebesar Rp. 100 juta  kepada  2 (dua)  kelompok SAHABAT dan kelompok  MAKMUR JAYA (masing-masing Rp. 50juta).  Dan oleh kelompok, dana tersebut dimanfaatkan sebagai  usaha penggemukkan domba jenis ekor gemuk secara komunal dan modern dengan  kandang panggung serta menggunakan pakan secara fermentasi, kata Kepala Dinas Ketahan Pangan Pemprov Lampung, Kusnardi, Senin (9/7).

Menurutnya, pakan ternak secara fermentasi merupakan hasil pemanfaatan limbah pertanian yang ada di Desa Kemukus.

Kusnardi menambahkan bahwa, kegiatan KMP merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin melalui padat karya dan penurunan stunting di wilayah rentan rawan pangan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui kemandirian, ujar dia.

Sementara kata Kusnardi,  Dinas Ketahan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan, diketahui, bahwa Desa Kemukus Kecamatan Ketapang merupakan salah satu dari 10 desa di Kabupaten Lampung Selatan yang termasuk Desa Stunting. Hal ini  berdasarkan data Dinas Kesehatan Tahun 2016 yang terdapat 55 balita stunting dari 183 balita di desa kemukus (Prevalensi balita stunting 30,05%), sedangkan terdapat balita kurus 66 orang (prevalensi balita kurus (36,07%).

Hal ini juga ditunjang dengan data TNP2K PBDT 2015 terdapat 431 KK (1422 jiiwa) yang merupakan KK miskin.

Oleh karena itu kata dia,  tepat jika Kegiatan KMP di tempatkan di desa ini.

Selain itu, Kusnardi mengingatkan agar aparat Desa bahu membahu bersama PPL di lapangan untuk melaksanakan pendampingan, pembinaan, dan mengkhususkan Desa Kemukus sebagai sentra domba, harap dia.

"Saya berharap, setahun lagi, saya mendengar ada Domba Kemukus, domba andalan dari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, serta dilaksanakan supply chain dengan pembagian peran dalam pengelolaan   pembibitan, penggemukkan, pembuatan pakan, bahkan pemasaran, tandas dia.(HD)

Bagikan