407 SDM Penyelenggara Kesos Ikuti SPS dan Kesos

Image
30 Agustus 2018
Sebanyak 407 SDM Penyelenggara Kesejahteraan Sosial ( Kesos) mengikuti Sertifikasi Pekerja Sosial (SPS) dan Kesejahteraan Sosial.

Kegiatan sebagai tindaklanjut pencanangan Lampung "Kompeten" oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo pada bulan Oktober 2016  lalu dan amanah Permensos No.16/2017 tentang  Standar Nasional Sumber Daya Manusia (NSSDM) penyelenggara Kesos.

Dalam pasal 8 disebutkan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) dalam melaksanakan pelayanan kesejahteraan sosial wajib lulus sertifikasi.

Terkait hal itu, SDM penyelenggara kesejahteraan sosial antara lain tenaga kesejahteraan sosial, pekerja sosial, relawan sosial dan penyuluh sosial.

Atas dasar tersebut,  Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung melakukan percepatan bagi SDM Penyelenggara Kesejahteraan Sosial melalui "Sertifikasi Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial", kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni.

Menurutnya, di Provinsi Lampung,sertifikasi yang telah dilaksanakan selama tiga kali, pada angkatan pertama telah bersertifikasi sebanyak 17 orang dan angkatan kedua telah bersertifikasi sebanyak 40 orang, kata dia.

Untuk angkatan  ke 1 dan 2 difasilitasi oleh Save the Children/Yayasan Tunas Cilik Indonesai.

Sedangkan angkatan ketiga akan berlangsung dari tgl 29 Agustus hingga tanggal 1 September 2018 dan diikuti oleh 407 orang yang  merupakan swadaya para peserta, jelas Sumarju Saeni.

Jumlah tersebut, kata dia,  belum sebanding dengan SDM penyelenggara kesejahteraan sosial di Provinsi Lampung baik sebagai ASN maupun non ASN.

Maka, untuk sertifikasi angkatan ketiga ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung  bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial (Pusbangprof Peksos dan Pensos) dan Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial (LSPS) serta DPD Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI).

Acara pembukaan Uji Sertifikasi Pekerja Sosial kata Sumarju Saeni digelar pada, Rabu (29/08) di Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung dan berlangsung sangat lancar atas kerjasama pemerintah pusat.

Sumarju mengatakan bahwa Sertifikasi Peksos juga sebagai salah satu upaya mengurangi dampak negatif dari  Masyarakat Ekomomi Asean (MEA) dan Asean Free Trade Area (AFTA). Dimana kita ketahui bahwa pada sisi ketenagakerjaan dapat dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas kita.

" Provinsi Lampung masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand," kata Sumarju Saeni.

Sertifikasi kompetensi SDM Peksos ini sangat penting dimana sertifikat merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan.

Karena, sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya, kata dia.

Diketahui, hingga sampai dengan tahun 2018 sebanyak 159 dari 200 Lembaga Kesejahteraan Sosial telah mengikuti akreditasi.

"saya berharap pada tahun 2025 semua tenaga kesejahteraan sosial di Provinsi Lampung ini telah bersertifikasi". pungkasnya.

Sementara, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Peketja Sosial dan Penyuluh Sosial Kemensos RI, Drs. Mangara Lubis, MSi mengatakan bahwa seiring dengan keberhasilan pembangunan dan peningkatan teknologi komunikasi kita sadari permasalahan kesejahteraan sosial justru semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya.

Maka,  penangannyapun harus lebih profesional, terpadu, berkelanjutan dan interdisipliner.

"Saya merasa bangga bahwa peserta sertifikasi Peksos di Lampung yang terbanyak di Indonesia". tandas dia.(HD)

Bagikan