21 Anak Keluarga Penerima Manfaat Tahun 2017 Diterima di Perguruan Tinggi

Image
05 September 2017

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan Pendidikan Dasar. Selanjutnya pada tahun 2016 Peserta PKH ditambahkan 2 kategori yaitu penerima bantuan untuk Lanjut Usia diatas 70 Tahun ke atas dan Bantuan Penyandangan Disabilitas Berat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada Senin (4/09/2017) di ruang kerjanya.

Lanjut Sumarju, tujuan PKH yakni untuk mengurangi angka dan memutus mata rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs).

PKH di Provinsi Lampung diimplementasikan sejak 2011. Sampai dengan saat ini telah mencakup pada 15 Kabupaten/Kota, 227. Sedangkan jumlah KPM di Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebanyak 219.302 KPM.

Bagaikan gayung bersambut misi PKH dengan Bidikmisi yakni sama-sama menghidupkan harapan bagi masyarakat tidak mampu namun mempunyai potensi akademik yang baik untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi; sehingga menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan berbagai upaya Pendamping PKH untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak KPM-PKH dan Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Korwil PKH berkoordinasi dengan berbagai pihak Perguruan Tinggi agar tamatan SLTA dari anak KPM-PKH berprestasi agar diterima melalui jalur Bidikmisi berdasarkan penilaian secara obyektif.

Berdasarkan laporan dari Korwil PKH Lampung (Irpangi dan Slamet Riyadi) sebanyak 21 anak dapat diterima di Perguruan Tinggi ternama di Indonesia yakni Universitas Lampung sebanyak 7 anak; UIN Radin Inten Lampung sebanyak 3 anak; IAIN Metro sebanyak 3 anak; Poltek Negeri Lampung sebanyak 2 anak; sedang lainnya masing masing 1 anak yaitu ITB, ITERA, Universitas Banten, UNJ, UT dan Poltekes Bandar Lampung.
Peserta didik tersebut masing-masing berasal dari Kabupaten Pesisir Barat sebanyak 6 anak, Lampung Barat dan Lampung Timur masing masing sebanyak 3 anak, Lampung Tengah dan Kota Metro masing masing sebanyak 2 anak adapun Tanggamus, Lampung Selatan, Way Kanan, Mesuji dan Pringsewu masing masing 1 anak. Katanya

Bidikmisi sebenarnya bukanlah beasiswa yang identik dengan pemberian penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi. Bidikmisi merupakan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah bagi mereka yang memiliki potensi tingggi namun tidak memiliki finansial yang mencukupi untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

"dengan pendidikan yang memadai diharapkan dapat sebagai pemicu putusnya mata rantai kemiskinan" harapnya.

"Semoga ditahun mendatang anak anak peserta Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT-PKH) lebih banyak diterima di Perguruan Tinggi melalui Program Bidikmisi dan juga Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) sehingga Indek Pembangunan Manusia (IPM) Lampung mencapai IPM nasional bahkan dapat melebihinya" imbuhnya.

Diinformasikan juga bahwa pada tahun 2016, IPM Lampung telah mencapai 67,65. Angka ini meningkat sebesar 0,70 poin dibandingkan dengan IPM Lampung pada tahun 2015 sebesar 66,95.
Sedangkan IPM secara Nasional mencapai 70,18 dengan peningkatan rata-rata 1,07%.
Kemiskinan juga mengalami penurunan; pada Maret 2017 tercatat, angka kemiskinan mencapai 13,69 persen. Sedangkan RPJMD Lampung angka kemiskinan pada tahun 2019 pada posisi 12,36 persen. (Ppid-Dinsos).

Bagikan

Berita Terbaru

Post

Gubernur Ridho Kembali…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Penutupan Diklat PIM…

21 November 2017
Post

Deklarasi Insurance Day

21 November 2017

Kurs Dolar