15 Orang Penyandang Disabilitas Menerima Bantuan Kaki dan Tangan Palsu

Image
30 Oktober 2018
Sebanyak 15 Orang penyandang Disabiltas menerima bantuan kaki dan tangan palsu dari Pemerintah Provinsi Lampung Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung.

"Alhamdulillah saya menerima bantuan kaki palsu yang baru dari Dinsos Lampung, dan rasanya lebih enak dipakai, kalo yang lama sudah enggak nyaman, sudah melintir," kata mbah Pahing, warga Way Gan, Candipuro Lampung Selatan, saat menerima bantuan kaki palsu dari Dinsos Lampung.

Penyerahan dan pemasangan langsung alat bantu berjalan bagi kaum difabel tersebut, berlangsung di halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Lampung, Jalan Basuki Rahmad nomor 72 Teluk Betung, Senin (22/10).

Mbah Pahing kehilangan satu kaki sebelah kirinya sejak tahun 2005, karena suatu penyakit dan harus di amputasi.

Ia mengaku jika sudah pernah ?mendapatkan bantuan kaki palsu, namun karena sudah terlalu lama dipakai, alat bantu tersebut sudah tidak nyaman lagi dipakai, dan ia bersyukur karena hari ini, diberikan kaki palsu dari Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Hal yang sama, kebahagiaan juga terpancar dari pria 24 tahun, Desman Wanda,  warga Tarahan, Lampung Selatan. Ia menerima bantuan berupa satu buah tangan palsu dari Dinsos Provinsi Lampung.

Wanda kehilangan lengan sebelah kirinya beberapa tahun lalu, akibat kecelakaan kerja.

"Alhamdulilah dapat bantuan, semangat lagi, apa yang diinginkan saya tercapai, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung atas bantuan tangan palsu yang diberikan kepada saya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menambah kepercayaan diri saya," kata dia seraya tersenyum bahagia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, Kementerian Sosial RI, bekerja sama  dengan Yayasan Kasih Tuna Daksa, Sentul Bogor, melalui Dinas Sosial Provinsi Lampung, memberikan bantuan berupa kaki dan tangan palsu sebanyak 15 orang, rata-rata sebagian besar karena kecelakaan kerja maupun lalu lintas.

Untuk saat ini alat bantu yang diberikan, jumlahnya sangat terbatas, sehingga belum seluruhnya bisa terbantu. Namun bagi yang sedang mengukur saat ini paling lama dua minggu sudah dapat dikirim kembali ke Lampung.

Maka itu, Dinsos Lampung menyarankan, bagi masyarakat yang memiliki keluarga, atau tetangganya, ada yang membutuhkan alat bantu tersebut, bisa segera mendaftarkannya ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tenaga pendamping PKH,  ataupun datang langsung ke Kantor Dinsos Sosial Kabupaten/Kota di wilayah setempat.

" Kami menghimbau kepada masyarakat yang keluarganya atau tetangganya, ada yang membutuhkan kaki palsu dan tangan palsu, bisa segera didaftarkan ke Dinas Sosial setempat, bisa juga menghubungi TKSK, PSM maupun tenaga pendamping PKH di wilayahnya masing-masing," kata Sumarju Saeni, saat ditemui diruang kerjanya.

Dia berharap, bantuan kemanusiaan ini dapat bermanfaat sebagai motivasi dan semangat bagi kaum Difabel, tandas dia.(HD)

Bagikan